ID EN

ID EN

UP DOWN

SIMAN SANG JUARA

SIMAN THE CHAMPION

Albert Sutanto: Cara Atlet Mendapatkan Performa Maksimal di Lapangan

Albert Sutanto: How Athletes Get Maximum Performance on the Field

Sebagai pelatih olah raga renang saya membutuhkan atlet yang saya latih untuk fokus dan memiliki komitmen dan dispilin yang tinggi dalam mengikuti latihan.

As a swimming sports coach, I need the athletes I train to be focused and have high commitment and discipline in the following training.

Baca Artikel Read Article

Sebagai pelatih olah raga renang saya membutuhkan atlet yang saya latih untuk fokus dan memiliki komitmen dan dispilin yang tinggi dalam mengikuti latihan. Namun tidak sampai di situ saja satu hal yang tidak kalah penting adalah untuk memiliki komitmen dan disiplin yang tinggi dalam mengkonsumsi makanan.Mengapa komitmen dan disiplin dalam mengkonsumsi makan sangat penting? Karena makanan dapat memulihkan tenaga setelah latihan dan membentuk otot yang sesuai dengan kebutuhan pembentukan fisik yang dibutuhkan oleh atlet yang bersangkutan sesuai dengan disiplin olah raganya. Sebagai contoh I Gede Siman Sudartawa yang saya latih untuk nomor sprint atau kecepatan, karena spesialisainya adalah di gaya punggung 50 meter dan 100 meter. Di sini dibutuhkan ledakan tenaga di awal yang membuatnya akan melesat meninggalkan lawan – lawannya sehingga bisa tiba awal di garis akhir dan berahsil emnyelsaikan pertandingan tanpa kehabisan tenaga di tengah jalan.Kami sangat beruntung karena Siman didukung oleh program Kachimeshi Winning Meals yang memberikan dukungan kepada atlet untuk mendapat nutrisi seimbang sesuai dengan kebutuhan dan target latihannya. Siman saat ini menunjukkan komitmen dan disiplin yang sangat tinggi baik untuk latihan maupun dalam mengkonsumsi makanannnya. Setiap hari Siman harus menjalani latihan di kolam renang setara dengan jarak 4,5 Km dan dalam 1 minggu dia harus mengikuti 2 kali latihan dry land atau latihan fisik. Manfaat yang saya rasakan sebagai pelatih adalah melihat perkembangan Siman baik dalam mencapai bentuk fisik yang diinginkan dan juga target catatan waktu latihannya sudah sesuai dengan target yang saya inginkan dan efek pasca latihan dimana Siman tidak menunjukkan kelelahan yang berlebihan.Berdasarkan pengalaman saya melatih atlet – atlet nasional, saya melihat bahwa atlet yang didukung asupan nutrisinya menujukkan pembentukan otot yang lebih ideal dibandingkan dengan atlet lain yang menempuh program kepelatihan yang sama namun kurang berdisiplin dalam memperhatikan asupan nutrisinya. Siman baru saja melaksanakan tes resmi untuk melihat catatan waktu berdasarkan kepelatihan yang dia jalani, dan hasilnya sesuai dengan harapan saya meskipun saat ini Siman mengalami kendala di pergerakan tangannya akibat cedera yang dialaminya akhir tahun 2018 yang lalu.Kondisi yang dijelaskan di atas adalah hasil dari penyediaan makan intensif yang dilakukan oleh Ajinomoto Indonesia melalui program Winning Meals Kachimeshi Indonesia. Pada program ini Siman mendapatkan dukungan penuh makanan bernutrisi yang disajikan melalui kalkulasi nutrisi oelh nutrisionis olah raga professional berdasarkan program latihan yang saya buat. Saya menargetkan Siman agar bisa mencapai berat badan 70 kg sebagai berat badan idealnya dan dalam kurun waktu 2 minggu target ini sangat terlihat sesuai dengan rencana juga faktor fisik lain juga catatan waktu latihan yang bisa didukung melalui program dari Ajinomoto Indonesia ini.

Kita bisa melihat ulasan nutrisionis dari sisi yang berbeda dalam artikel lainnya dalam website www.kachimeshi-indonesia.com ini. Pola nutrisi seimbang bukan hanya untuk atlet namun juga untuk semua orang. Mari kita mulai pola hidup bernutrisi seimbang yang sesuai dengan aktivitas kita sehari – hari.


As a swimming sports coach, I need the athletes I train to be focused and have high commitment and discipline in the following training. However, one thing that is no less important is to have high commitment and discipline in consuming food.Why is commitment and discipline in eating so important? Because food can restore energy after training and build muscle by the physical formation needs needed by the athlete concerned following the sports discipline. For example, I Gede Siman Sudartawa, who I train for sprint numbers or speed because his specialty is in the 50 meters and 100 meters backstroke. Here it takes a burst of power at the start that makes it dash away from its opponents so that they can arrive early at the finish line and finish the match without running out of energy in the middle of the road.We are very fortunate because Siman is supported by the Kachimeshi Winning Meals program which provides support to athletes to get balanced nutrition according to their needs and training targets. Siman currently shows a very high commitment and discipline both for training and in consuming his food. Every day Siman must undergo training in the swimming pool equivalent to a distance of 4.5 km and in 1 week he must follow 2 dry land exercises or physical exercises. The benefits I feel as a trainer are seeing Siman's progress in achieving the desired physical form and also the target training time record is following the target I want and the post-training effect where Siman does not show excessive fatigue.Based on my experience trained the national athletes, I see that athletes who are supported by their nutritional intake show more ideal muscle building compared to other athletes who take the same training program but are less disciplined in paying attention to their nutritional intake. Siman has just carried out an official test to see the time records based on the coaching he has lived, and the results are in line with my expectations even though currently Siman is experiencing problems in his hand movements due to the injury he suffered at the end of 2018.The conditions described above are the result of intensive food provision by Ajinomoto Indonesia through the Kachimeshi Indonesia Winning Meals program. In this program, Siman gets the full support of nutritious food which is served through nutritional calculations by professional sports nutritionists based on the training program that I have created. I am targeting Siman to reach 70 kg as his ideal body weight and within 2 weeks this target is very visible following the plan as well as other physical factors as well as the record of training time that can be supported through this program from Ajinomoto Indonesia.

We can see nutritionist reviews from a different perspective in another article on this website www.kachimeshi-indonesia.com. Balanced nutrition patterns are not only for athletes but also for everyone. Let's start a nutritionally balanced lifestyle that suits our daily activities.


SIMAN SANG JUARA

SIMAN THE CHAMPION

AKU NGGA BAKAL JADI ATLET KALAU BUKAN KARENA MAMA

I WOULD'T BECOME AN ATHLETE IF IT WASN'T BECAUSE OF MY MOM

Aku kenalan sama olah raga renang waktu kelas 2 SD di Klungkung, Bali saat pelajaran olah raga. Awalnya aku takut sama air (disuruh mandi aja susah banget), tapi aku ngeliat kolam renang itu kayak ‘bathtub’ yang gede banget jadinya tertarik sama olah raga ini.

I’ve been acquainted with swimming when I was in 2nd grade of elementary School in Klungkung, Bali during sports classs. At first, I was afraid of water (even being told to take a shower was difficult), but I saw the swimming pool like a big 'bathtub', so I was attracted to this sport.

Baca Artikel Read Article

Aku kenalan sama olah raga renang waktu kelas 2 SD di Klungkung, Bali saat pelajaran olah raga. Awalnya aku takut sama air (disuruh mandi aja susah banget), tapi aku ngeliat kolam renang itu kayak ‘bathtub’ yang gede banget jadinya tertarik sama olah raga ini. Ditambah lagi waktu itu ada teman sebangku di sekolah yang udah bisa berenang gaya bebas di kolam yang dalam dan cara dia masuk ke kolam pake salto segala lagi. Kagum banget aku ngeliatnya karena di kolam yang cetek aja rasanya aku bisa tenggelam. Sebagai anak - anak ada pertanyaan di dalam hati. “Kok dia bisa sedangkan aku enggak?” Saat itulah aku bilang ke mama bahwa aku pingin banget belajar renang.  

Mungkin sebagai seorang Mama yang sangat mengenal anaknya ini, dia bisa melihat bahwa aku punya keinginan yang kuat untuk bisa berenang, Jadi hanya butuh waktu 1 minggu untuk Mama mencarikan tempat les berenang dan 6 bulan setelahnya langsung ikut pertandingan renang antar sekolah dasar di Kabupaten Klungkung. 


Kalau membaca kalimat di atas sepertinya sederhana ya? Latihan renang yang berujung ke partisipasi di dalam sebuah kompetisi renang. Nah tapi aku pingin cerita juga mengenai pengorbanan Mama. Jarak tempat latihan dari rumahku itu 1 jam 30 menit dan selalu diantar Mama dengan sepeda motor. Ini berlangsung sampai aku kelas 1 SMA dan aku ingat banget waktu masih SD biasanya pulang sekolah harus segera latihan meskipun seringkali Lelah. Akibatnya sering ketiduran di motor dan Mama tidak dengan gampangnya menyerah untuk mengantar ke tempat Latihan. Dia mengikat aku dengan tali ke tubuhnya agar tidak terjatuh dan bisa tiba dengan selamat. Belakangan aku tahu bahwa dia dia sempat mengalami keguguran akibat kelelahan di masa itu.


Tapi pasti kalian juga bisa ngebayangin nggak hanya antar dan menunggu latihan aja, Mama juga nyiapin makanan. Olahraga ini tuh bikin lapar banget saat selesai latihan dan pastinya Mama nggak mau anaknya kelaparan. Dia bahkan sampai menanyakan ke teman – temanku apa yang mereka makan agar dia juga bisa menyediakan variasi menu biar aku nggak bosan.

Ternyata keputusan Mama untuk mewujudkan keinginan berenang aku tidak hanya sampai mengantarkan aku ke tempat les berenang. Namun lebih dari itu dia sudah memiliki komitmen yang lebih tinggi untuk mengantarkan aku sebagai seorang atlet berprestasi. Tanpa dia aku belum tentu bisa mencapai podium kehormatan untuk menerima medali dan mengharumkan nama Indonesia. Semoga dia bangga dengan prestasiku ini.


I’ve been acquainted with swimming when I was in 2nd grade of elementary School in Klungkung, Bali during sports classs. At first, I was afraid of water (even being told to take a shower was difficult), but I saw the swimming pool like a big 'bathtub', so I was attracted to this sport. Moreover there was this classmate at school who already could swim in a deep pool and the way he got into the pool was by an amazing acrobatic jump. I was amazed to see it because as for me I thought I just could be drowned in only such a small pond. Then I asked to myself "How come I cannot what he could do?" That's when I told my mom I really wanted to learn how to swim.

Maybe as a mother who knows her child very well, she can see that I have a strong desire to be able to swim. So it only took her a week to find me a place for swimming lessons and 6 months after that I was be able to participate in a swimming competition for elementary schools in Klungkung Regency.


The above story seemed very simple right? Swimming practice leading to participation in a swimming competition. Well, I want to tell you about my Mom’s huge effort for this. The distance from the swimming pool to my house was 1 hour and 30 minutes and she always took me by motorbike. This lasted until I was in my 1st Grade of High School. What I remember the most were times where l usually fell asleep at the backseat of the motorbike because I got tired after school. But my Mom didn't easily give up on taking me to practice. She had me tied with a rope around her body so that I wouldn't fall, and we could arrive safely at the swimming pool. Later I found out that she had had a miscarriage due to fatigue somewhere in that period.


And for sure you could imagine not only delivering and waiting for the training, Mama also prepared meals. This swimming exercise makes you really hungry when after training and of course she didn’t want her son to starve. She really put a careful consideration of nutrition on the menu that she served for me. She even asked my friends what they ate so she could also provide a variety of menus fso I wouldn’t get bored.

It turned out that Mama's decision to fulfill my swimming desire was not only to take me to the swimming lessons, but more than that, she was committed to make me good at what I do. Without her I would not have been able to reach the podium of honor to receive a medal and make Indonesians proud.  I hope she is also proud of my achievement.


SIMAN SANG JUARA

SIMAN THE CHAMPION

MOMENTUM SI JUARA KEMBALI KE MEDAN RENANG SELAMA PANDEMI

THE HOMEHOMING MOMENTUM OF THE CHAMPION TO THE POOL DURING PANDEMIC

Kini bukan saatnya menyerah dengan waktu, tapi saatnya lebih bersemangat menjalani aktifitas terlebih di masa pandemic ini. Yuk simak!

It is no longer the right time to give up with the time, but to be more fired in driving the activities especially during pandemic. Check this out!

Baca Artikel Read Article

Setelah berbulan-bulan latihan dirumah, akhirnya saya telah kembali kolam renang untuk mulai beraktifitas seperti biasanya sebelum masa pandemic, namun tetap dengan mengikuti protocol Covid-19. Jumlah atlet pengunjung yang ingin menggunakan kolam renang tetap dibatasi dimana biasanya ada satu line bisa untuk dua orang, kini hanya diperbolehkan untuk satu orang dan itu pun harus bergantian.




After months of training at home, I have finally returned to the swimming pool as normal like i used to before the pandemic, however, the protocol Covid-19 is still applied. The number of visitors or athletes who wish to use the swimming pool is limited where usually one line can be used for two persons now only allow one swimmer and it must be exchanged.




SIMAN SANG JUARA

SIMAN THE CHAMPION

I GEDE SIMAN SUDARTAWA: SI PEMEGANG REKOR SEA GAMES DAN PERJALANANNYA MENJADI JUARA

I GEDE SIMAN SUDARTAWA: THE RECORD HOLDER OF SEA GAME AND HIS JOURNEY TO BE A CHAMPION

Perjalananku untuk menjadi juara tidak hanya tentang disiplin dan latihan yang keras, makanan yang tepat menjadi faktor penting dalam latihanku untuk menjadi juara, dan tentu saja kamu juga bisa menjadi juara!

My journey to being champion is more than just discipline and strenuous training, wholesome food is important to fuel my training, and brace yourself because you can do it too!

Baca Artikel Read Article

Halo, saya I Gede Siman Sudartawa, lahir di Klungkung Bali, 8 September 1994, Saya adalah atlet renang indonesia. Ibu adalah sosok yang melihat bakat renang saya sejak kecil dan selalu mendorong saya untuk menjadi perenang hebat sampai saat ini. Dulu, saat masih tinggal di Bali Ibu tidak pernah lelah mengantar saya ke tempat latihan renang sepulang sekolah. Bersama ibu, saya biasa menempuh perjalanan jauh dari rumah ke tempat latihan dengan menggunakan sepeda motor, dalam perjalanan terkadang ibu harus mengikat saya ke punggungnya, maklum saya suka tertidur di motor saat kelelahan.


Suatu hari Ibu bertemu dengan mantan perenang olimpiade, Albert Sutanto. Singkat cerita Ibu meyakinkan dia untuk membina saya menjadi atlet renang yang andal. Menurut Coach Albert saya memiliki lekuk tubuh yang ideal untuk seorang atlet renang gaya punggung, dan ini dapat membuat saya mudah beradaptasi. Akhirnya saya berangkat ke jakarta untuk tinggal bersama coach Albert, disana saya berlatih dan memfokuskan diri agar bisa menjadi juara, Sejak saat itu Coach Albert mulai melatih saya bahkan sampai saat ini.

Rumah coach - aturan coach, Tinggal dirumah pelatih artinya saya harus mengikuti aturan yang ada, dari latihan fisik, latihan teknik renang, waktu istirahat, sampai yang tersulit menentukan makanan sehat untuk menjaga performa terbaik tubuh. Saat dirumah coach Albert saya harus terbiasa dengan filosofi “makan itu bukan tentang makanan apa yang kamu makan, tapi kenapa kamu memakannya” karena sebagai atlet tubuh dapat di ibaratkan seperti mesin, mesin yang hebat akan mengeluarkan performa luar biasa jika di isi dengan bahan bakar pilihan. Tetapi saya tidak terlalu suka sayuran dan sebaliknya sangat menyukai gorengan, siapa yang tidak suka gorengan? Tapi saya berusaha sebisa mungkin untuk menghindari gorengan dan memilih makanan sehat yang kurang memiliki rasa, saya melakukannya karena ingin mendapatkan hasil maksimal untuk tubuh saya. Tak disangka latihan keras dan disiplin dalam memilih makanan yang diajarkan coach Albert membuahkan hasil memuaskan, saya memenangi banyak kejuaraan di dalam dan luar negeri dan itu membuat saya senang.

Akhirnya di tahun 2018 saya terpilih dalam program Kachimeshi dari Ajinomoto, program yang sangat membantu saya dalam menentukan makanan sehat untuk kebutuhan tubuh, dalam Kachimeshi ini saya ditemani oleh seorang ahli nutrisi yang selalu menyediakan makanan sehat dan seimbang untuk tubuh saya, yang lebih mengejutkan lagi ternyata makanan sehat seimbang untuk seorang atlet bisa bisa sangat kaya rasa dan lezat. Ini membuat saya dapat mengeluarkan performa tubuh maksimal untuk lebih fokus berlatih, setelah giat berlatih dan selalu disiplin dalam memilih makanan, akhirnya saya memecahkan rekor renang gaya punggung 50m di Sea Games tahun 2019 dan yang saya pecahkan adalah rekor saya sendiri pada tahun sebelumnya. Saya belajar banyak hal, disiplin dalam berlatih serta mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang adalah kunci untuk dapat meningkatkan kondisi fisik kita. Selanjutnya, saya akan menceritakan lebih banyak pengalaman bersama Kachimeshi dan berharap dapat menginspirasi kalian semua.

Hi, my name is I Gede Siman Sudartawa, I was born in Klungkung, Bali on the 8th of September 1994. My mother was the one who saw that swimming and me had a special relationship since I was a little boy and supported me in finding my way to the spot where I am standing now as a Swimming Athlete. Back in the days she tirelessly took me to each of my swimming lessons when we were still living in Bali after my school hours even though the distance is very far away from our home. Every day she rode her motorbike to take me to the swimming pool where I suppose to take my lessons and even many times she had to tie me up on the back seat of the motorbike for me not to fall when I fell asleep on our journey.


One day my mother met Albert Sutanto, a Swimming Olympian and persuade him to take me under his wings and train me to become an athlete. Not long after I was taken to Jakarta, lived in his house, and intensively trained by him and he became my Coach until now. According to Coach Albert I have been blessed with a body shape that is suitable for Backstroke in swimming which can help me to easily adapt with the style.

The training wasn’t easy, I have to gone through physical training, technique training and the most difficult one is to make myself be committed and discipline with the food that I ate in order to maintain my perfect performance. Living in Coach’s house, I must play with his rules; when I should woke up, when I should be training, when I should rest and as mentioned before the most difficult one was learn to eat what I should eat. I must be familiar with the phrase “Eating is not about what you eat but why you eat”. I learnt that as an athlete, our body is the machine and I must fill the machine with proper fuel to get the best performance out of it. Hence despite that I do not fund of vegetables at that time I have to consume them also despite that I love fried food very much, I must reduce them and I had to sacrifice the taste in order to get maximum benefit from the meal’s nutrition. And eventually all those trainings and discipline brought me to gaining Medals in many national and regional championships.

Then in 2018, I had been chosen for the Kachimeshi Indonesia Program by Ajinomoto, which make life much easier because I have been provided a Nutritionist and being provided a Nutrition Balanced meal which surprisingly tasty. This made me more focus in my trainings and after experiencing this program, I’ve broken the SEA Games record for 50 m Backstroke in 2019 where the record I’ve broken was actually made also by myself from the previous SEA Games. Lesson learnt, discipline in trainings and an advanced nutrition balanced meal consumption is key factors to increase physical performance. I will share more stories to you, and I hope it will somehow inspire you.

SIMAN SANG JUARA

SIMAN THE CHAMPION

YUK JADI JUARA SEJATI! INSPIRASI LATIHAN SELAMA MASA PANDEMI

BEAT IT! INSPIRATIONAL TRAINING DURING THE PANDEMIC

Sebagai atlit saya dituntut untuk selalu dalam kondisi prima dengan segala keterbatasan selama masa pandemi ini. Menjalani latihan di rumah menjadi alternatif yang baik. Latihan apa saja kah? Simak di sini!

As an athlete I am required to always be in my top condition, with the restriction due to the pandemic, training at home is an alternative to maintaining my excellent body condition. want to know how I keep my body sharp at home?

Baca Artikel Read Article

Halo semua, saya harap kalian membaca artikel ini dengan keadaan baik, seperti yang kita tahu pandemi covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Dan olahraga merupakan salah satu industri yang paling parah terkena dampaknya, banyak kompetisi dari seluruh dunia yang ditunda karena covid-19, termasuk salah satu acara olahraga terbesar yang akan saya ikuti.


Saya percaya pemerintah telah melakukan tindakan terbaik untuk mengatasi situasi covid-19 ini dan kita harus bisa mengikuti arahan pemerintah dengan membatasi aktivitas di luar rumah dan mengikuti protokol new normal demi kebaikan kita bersama. Untungnya sekarang pemerintah sudah melonggarkan kebijakan jaga jarak dan mulai membuka tempat - tempat umum untuk kita beraktivitas.


Sebagai atlet dengan banyak jadwal kegiatan di tahun depan, menjaga teknik dan kondisi tubuh adalah hal yang mutlak dilakukan. Dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah, menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjadi tantangan tersendiri untuk saya, ditambah lagi saya harus mengurangi aktivitas di kolam renang. Oiya! sekedar informasi, kolam renang Cikini tempat saya biasa berlatih ditutup sementara, dan dibuka hanya untuk orang – orang tertentu yang memerlukan kolam renang untuk latihan. Di masa pandemi ini untuk menjaga kondisi tubuh, saya melakukan latihan fisik di rumah. Dan kalian bisa melihat apa saja latihan yang saya lakukan di rumah dalam video di bawah ini.


Hope you are reading my article in a good shape and healthy condition. As you are aware with this pandemic spreading all over the world, sports activities are one of the fields that are highly impacted. Many sporting tournaments being postponed from single sports competitions, league including also the biggest multi sports event in the world where I am intending to participate in it.


I believe that the government is doing their best to overcome the situation and we must act according to the given regulation and we must have full awareness of new normal health protocols and limit our outside activities to only the ones that is very important for us. Luckily now the government already loosen up the given regulation of social distancing and slowly opening public facilities for people to do their activities.


As an athlete with a big agenda next year, quite a challenge for me to maintain my physical condition as well as maintaining my techniques skills with minimum exposure towards water in the swimming pool. For the information, Cikini swimming pool as the place where I am training on daily basis being closed for quite a while and just being open for limited people who can utilize the facility for trainings. For me in the social distancing period where I must stay at home, I have done physical trainings only with the objective of maintaining the physical condition. You can check my training video here.